Alat Musik Tradisional Jambi

Alat Musik Tradisional Jambi – Jambi adalah sebuah Provinsi di Indonesia yang letaknya terdapat di bagian tengah Pulau Sumatera, Jambi merupakan daerah yang terkenal akan literature kuno-nya. Jambi juga merupakan salah satu dari 3 Provinsi di Indonesia yang Ibukotanya memiliki nama yang sama dengan Provinsinya (Provinsi Jambi dan Ibukota Jambi)[src].

Jambi juga memiliki potensi perekonomian tinggi dengan pemanfaatan dari minyak bumi, gas bumi, batu bara, perkebunan seperti kelapa sawit, selain kaya akan potensi alamnya Jambi juga menyimpan ragam budaya nan eksotis dan tentunya sangat sayang jika terlewatkan oleh mata kita.

Alat musik tradisional Jambi
Kumpulan alat musik tradisional Jambi

Kali ini, saya ingin membagikan informasi yang saya dapat mengenai alat musik tradisional Provinsi Jambi. salah satu alat musik tradisional khas daerah Jambi yang cukup terkenal selain Gambus adalah Saenako. Alat musik tradisional Jambi Serangko adalah alat musik tradisional yang ditiup, tentunya nanti akan saya jelaskan juga.

Alat Musik Tradisional Jambi

Seiring berjalannya waktu, banyak kesenian tradisional yang kini dilupakan orang. Nilai seni dan budaya Indonesia yang teramat beragam kini pelan-pelan mulai terkikis dengan gaya hidup dan sikap acuh terhadap seni dan kebudayaan.

Baca juga yuk!: alat musik tradisional Bengkulu

Minimnya pengetahuan akan kesenian tak dimungkiri menjadi sebab para generasi muda tak lagi mengenal seni dan budaya yang dimiliki. Salah satu seni yang menjadi daftar kekayaan budaya Indonesia adalah tari rentak besapih, sebuah tarian yang menggambarkan keserasian, keseragaman dan jalan kehidupan

Gangor / Cangor

Gangor, alat musik tradisional ini terbuat dari batang bambu yang bisa dibilang sudah tua. Alat musik ini berbentuk seperti tabung dan dapat dikategorikan kedalam golongan alat musik idio-kordofon. Gangor biasanya dimainkan sebagai hiburan para petani saat berada di ladang mereka.

Alat musik tradisional Jambi Gangor
Gambar alat musik tradisional Gangor

Baca juga: cara memainkan lesung

Untuk dapat menemukan alat musik tradisional Gangor, anda bisa pergi ke Kabupaten Sarolangun, Merangin, Bungo dan Kerinci. Jika dilihat sekilas, alat musik Gangor berbentuk seperti Salude dari Sulawesi Utara.

Kelintang / Kolintang

Kelintang kayu merupakan alat musik tradisional khas Jambi yang hingga sekarang masih  bisa anda temui jika berkunjung ke kota Jambi. Permainan alat musik Kelintang kayu pernah di adakan juga di salah satu sanggar kesenian yang bernama Mindulahin di daerah Jambi.

Alat musik tradisional Jambi Kolintang
Gambar alat musik tradisional Kolintang

Pada kesempatan itu target dari acaranya adalah anak-anak untuk menarik minat mereka, cara yang sangat luar biasa untuk mengajak melestarikan budaya kita.

Dalam sebuah pertunjukan, ketika memainkan alat musik ini, irama yang keluar saling bersahut-sahutan dengan alat musik lainnya seperti ada sinergi antara suara yang dihasilkan dengan alat musik lain (talempong, gendang, dll).

Baca juga: cara memainkan gender

Alat musik ini cukup terkenal pada masa Kerajaan Melayu berkuasa di Jambi, ketika itu para bangsawan yang memainkan alat musik tradisional ini dengan syair lagu yang berupa pesan nasihat.

Kompangan

Kompangan merupakan seni pertunjukan musik yang terdiri dari beberapa orang yang sedang memainkan alat musik Rebana. Selain memainkan rebana ada juga lagu yang diiringi, lagu tersebut umumnya syair-syair Islami.

Alat musik tradisional Jambi kompangan
Gambar alat musik tradisional Kompangan

Cara memainkan seni musik ini adalah menggunakan alat musik rebana dengan teknik pukulan yang bersahut-sahutan. Sebuah grup musik kompangan biasanya berisi 8 – 15 pemuda.

Baca juga: cara memainkan tamborin

Kompanngan sangatlah berkembang di Provinsi Jambi yang pada awalnya hanya hidup di salah satu Kampung saja, bahkan ada beberapa daerah yang tiap-tiap RT-nya saja memiliki grup kompangan sendiri dengan nama-nama yang unik.

Selain dimainkan sebagai hiburan, kompangan juga ikut ambil peran dalam kegiatan upacara adat di daerah Jambi

Rebana Sike

Rebana Sike diyakini mengandung unsur 3 perpaduan seni yakni vokal, gerak, dan musik. Dalam permainan musik tersebut memang pemain akan menyanyikan sebuah lagu yang syairnya mengandung puji-pujian kepada Sang Pencipta serta sambil melakukan tarian kecil yang anda lebih kenal dengan sebutan koreografi.

Alat musik tradisional Jambi Rebana Sike
Gambar alat musik tradisional Rebana Sike

Rebana Sike memang hampir sama seperti rebana pada umumnya, alat musik ini terbuat dari kayu dan kulit sebagai bagian yang diupul dan dimainkan secara grup. Musik rebana sangatlah identik dengan ibu-ibu yang sedang melakukan pengajian atau mengisi acara pentas yang memiliki unsur religi

Baca juga: cara memainkan rebana

Pada tahun 2015 silam, Masyarakat yang tinggal di daerah Kerinci melakukan latihan massal dengan menggunakan alat musik ini dengan tujuan dari penggunaannya sebagai alat musik penyambutan calon gubernur Jambi.

Sekdu

Sekdu juga termasuk kedalam alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara ditiup, Sekdi terbuat dari bambu dengan diameter sekitar 1 – 2 cm. Pada bagian peniupnya terbuat dari kayu yang disebut Klep.

Alat musik tradisional Jambi Sekdu
Gambar alat musik tradisional Sekdu

Sekdu menghasilkan nada yang terdiri dari do,re,mi,sol dan la tanpa fa yang membuatnya menjadi alat musik selendro. Alat musik Sekdu juga biasa digunakan oleh masyarakat melayu dalam acara adat.

Serangko

Selain alat musik tradisional Jambi Gambus alat musik yang tak kalah dikenalnya adalah Serangko. Serangko adalah sebuah alat musik tradisional dari Jambi yang dimainkan dengan cara ditiup dan terbuat dari tanduk kerbau yang panjang.

Alat musik tradisional Jambi Serangko
Gambar alat musik tradisional Serangko

Panjang tanduk yang digunakan sekitar 1 hingga 1,5 meter, terbayang bukan seperti apa besarnya kerbau tersebut?.

Baca juga: cara memainkan serunai

Pada zaman dahulu, Serangko digunakan oleh komandan pasukan perang untuk memberikan sinyal komandonya, selain itu Serangko juga digunakan sebagai pemberitahuan kepada penduduk jikalau ada musibah yang mendekat, apakah itu angin kencang atau ada warga sekitar yang meninggal.

Serdam

Serdam merupakan alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara ditiup. Mungkin anda akan berfikir bahwa Serdam perwujudan alat musik Suling namun dengan nama yang berbeda, kenyataannya Serdam menghasilkan nada dasar G sebagai Do dan terdiri dari 5 lubang yang telah menghasilkan tangga irama do re mi fa sol.

Alat musik tradisional Jambi Serdam
Gambar alat musik tradisional Serdam

Serdam juga menghasilkan suara musik yang sendu dan berirama “sedih” sehingga seakan-akan pemain yang menggunakan alat musik ini sedang menghibur diri dari sakit hati yang menimpanya. Serdam biasanya juga digunakan sebagai pengiring solis dan berkaitan dengan lagu yang sedang dibawakan.

Baca juga: cara memainkan saluang

Bentuk Serdam

Alat musik Serdam terbuat dari bambu yang berbentuk bulat dengan diameter 1 – 1,5 cm dengan panjang 25 – 26 cm. Diameter lubang peningkah sekitar 4 cn dan jarang ujung buluh ke lubang tadi sekitar 4 cm juga. Jarak antar masing-masing lubang diberi 2 cm, dan jarak lubang klep pertama dan kedua juga 2 cm.

Salah satu contoh kesenian tradisional yang namanya sudah mulai memudar adalah Tarian rentak besapih. Dulunya tarian ini merupakan perwujudan sejarah dari Jambi pada zaman dulu saat Jambi masih menjadi kota perdagangan yang banyak dikunjungi oleh berbagai etnis.

Beruntungnya, kesenian ini telah masuk kedalam daftar keragaman seni budaya Indonesia yang harus dijaga kelestariannya. Perkembangan zaman memang membantu kita menjadikan sesuatu lebih mudah dan efisien, namun beberapa hal seperti kebudayaan ini haruslah kita jaga.

Begitulah beberapa nama alat musik tradisional Jambi yang bisa anda pelajari lebih dalam lagi. Sangat disesalkan ketika sebuah kesenian daerah yang tadinya seakan menjadi “mascot kebanggaan” kota tersebut akhirnya harus kandas karena perkembangan zaman.

Jika kita perhatikan, kesenian seperti tarian daerah ini sudah jarang bisa dilihat kecuali pada perayaan tertentu seperti pawai 17-an atau kentongan daerah.