Alat Musik Tradisional Kepulauan Riau

Alat musik tradisional kepulauan Riau – Riau merupakan sebuah provinsi yang tenar akan Istana Siak-nya, tak hanya itu Riau juga diketahui sebagai Provinsi terkaya di Indonesia yang sumber kekuatannya didominasi oleh sumber alam seperti minyak bumi, gas alam, karet, kelapa sawit dan perkebunan serat[src].

Alat Musik Tradisional Kepulauan Riau

Adanya alat musik tradisional melayu Riau dan rumah adatnya Selaso jatuh kembar merupakan salah satu daya tarik tersendiri bagi para pendatang untuk mengunjungi Riau, Provinsi ini juga menyimpan potensi kesenian dan kebudayaan lokal yang unik, salah satu kebudayaan yang dapat dihasilkan contoh ialah upacara bakar Tongkang di Bagansiapiapi, Kab. Rokan Hilir.

Alat musik tradisional Kepulauan Riau
Kumpulan alat musik tradisional Kepulauan Riau

Cukup banyak alat musik yang dapat kita pelajari dari buku, tetapi info lapangan mungkin belum anda dapat di daerah belajar anda, dan di sinilah saya mencoba membagikan beberapa informasi seputar nama alat musik tradisional kepulauan Riau yang saya temukan.

Baca juga:

Berikut daftar nama alat musik tradisional Kepulauan Riau, beserta gambar dan penjelasannya:

1. Akordeon

Akordeon yang berasal dari Melayu Riau hampir sama dengan Akordeon yang ditemukan C.F.L BuschmanndariJerman. Akordeon termasuk alat musik yang cukup susah dimainkan meski terlihatnya gampang (cuma menggerakkan tangan). Akordeon menghasilkan tangga nada diatonik yang benar-benar sesuai dengan lirik lagu yang berupa pantun.

Alat musik tradisional Kepulauan Riau Akordeon
Gambar alat musik tradisional Akordeon

Cara memainkan Akordeon

Pemain akordeon mengendalikan alat musik dengan kedua tangannya, lalu memainkan tombol-tombol akor dengan jari-jari tangan kiri, sementara itu jari-jari tangan kanan memainkan ritme lagu yang sedang dibawakan. Biasanya pemain yang sudah terlatih benar-benar gampang berganti-ganti tangan.

Baca juga: alat musik perkusi

Sewaktu dimainkan, akordeon ditarik dan didorong untuk mengendalikan pergerakan udara yang ada di dalam alat musik tersebut, pergerakan udara yang keluar (ke komponen lidah akordeon) akan menghasilkan suara. Suara tersebut bisa dikontrol dengan memakai jari-jari pemain

2. Gambus

Sekilas mungkin anda berpendapat bahwa Gambus adalah nama lain dari Gendang yang ada di Riau, kenyataannya Gambus adalah semacam alat musik tradisional kepulauan Riau. Gambus dimainkan dengan cara dipetik. Dulunya, Gambus digunakan hanya untuk acara yang berkaitan dengan hal spiritual.

Alat musik tradisional Kepulauan Riau Gambus
Gambar alat musik tradisional Gambus

Baca juga: cara memainkan gambus

Kini Gambus beralih fungsi menjadi pengiring Zapin di sebuah acara sebab seiring berjalannya waktu, peran dari alat musik ini beralih fungsi karena mengimbangi dengan perkembangan zaman. Gambus Melayu Riau dimainkan individu sebagai hiburan bagi nelayan di atas perahu yang sedang mencari ikan

3. Nafiri

Naifiri merupakan jenis alat musik tradisional kepulauan Riau yang menyerupai terompet. Masyarakat daerah Melayu Riau sendiri tidak hanya memiliki alat musik seperti Nafiri, namun ada juga alat musik lain yang keberadannya mungkin sudah mulai hilang semacam Tetawak, Canang, dan Lengkara.

Alat musik tradisional Kepulauan Riau Nafiri
Gambar alat musik tradisional Nafiri

Nafiri memang berbentuk seperti terompet namun melodi yang diciptakan berbeda-beda dengan alat musik lainnya, kita dapat melihat pertunjukkan musik ini pada pertunjukan Makyong (seni tari tradisional yang hingga ketika ini masih dimainkan di Prov. Riau). Nafiri juga merupakan salah satu alat musik tradisional yang ditiup asal Indonesia.

Baca juga: alat musik tradisional yang ditiup

Menggunakan Nafiri

Selain sebagai hiburan, Nafiri juga dimanfaatkan dalam berbagai macam hal seperti pengiring tari tradisional (tari Inai, Jinugroho, Olang dan lainnya), sebagai musik utama pada musik robat yang dimainkan di lingkunan masyarakat, sebagai pengiring ketika gerakan-gerakan silat dipertunjukkan, penobatan raja pada zaman dulu, pertanda sebuah kejadian penting (perang, bencana, dan lainnya).

Dulunya Nafiri juga diandalkan sebagai alat spiritual yang mampu memanggil roh / leluhur nenek moyang.

4. Kompang

Kompang yaitu jenis alat musik tradisional kepulauan Riau yang cukup tenar di kalangan orang Melayu, Kompang termasuk kedalam klasifikasi alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipukul. Lazimnya, Kompang memakai bahan yang berasal dari kulit hewan ternak.

Alat musik tradisional Kepulauan Riau Kompang
Gambar alat musik tradisional Kompang

Pembuatan kompang lebih mirip dengan alat musik Marawis atau gendang kulit lainnya yang memakai kulit hewan seperti kerbau, sapi, dan lainnya. Kompang dulunya memakai kulit kambing (betina) pada bagian yang dipukul, tapi kini memakai Sapi yang diyakini lebih elastis.

Pembuatan dan wujud Kompang

Seringnya, Kompang berukuran 16 inci dan ditutup dengan kulit pada salah satu komponen permukaan. Disisi lainnya terdapat lubang yang berfungsi sebagai tempat keluarnya bunyi dan pegangan pemain Kompang. Kulit yang dipasang biasanya dipaku di komponen samping-sampingnya supaya tak terlepas saat dipukul dengan kuat.

Baca juga: cara memainkan gender

Untuk menghasilkan bunyi yang nyaring, ada tekniknya, anda harus menggunakan kulit tertentu saja lalu dipasangkan menjadi amat kencang dan jangan lupa juga kunci dengan paku agar tidak mudah terlepas (yang dapat membahayakan saat dimainkan).

Untuk memainkan Kompang juga ada teknik khusus yang dapat anda pelajari, ada teknik memukul dengan ibu jari, 1 jari telunjuk saja dan lalu menepaknya dengan telapak tangan. Masing-masing teknik yang digunakan dapat mengeluarkan bunyi yang berbeda, di situlah keunikan dari alat musik tradisional kepulauan Riau ini

5. Rebana Ubi

Nama alat musik tradisional kepulauan Riau yang satu ini memang unik sebab mengandung kata “Ubi” didalamnya, Rebana Ubi merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul dengan menepakkan tangan ke membran Rebana. Rebana Ubi bisa dimasukkan kedalam kelompok gendang sekaligus alat musik perkusi.

Alat musik tradisional Kepulauan Riau Rebana Ubi
Gambar alat musik tradisional Rebana Ubi

Rebana Ubi memiliki ukuran yang lebih besar jika dibandingkan rebana pada umumnya, sebab Rebana Ubi memiliki diameter yang paling kecil 70 cm dan tinggi 1 meter. Rebana Ubi dapat digantung secara horizontal atau bisa juga diletakkan diatas lantai untuk dimainkan.

Baca juga: alat musik tradisional yang dipukul

Fungsi Rebana Ubi

Pada zaman dahulu, Rebana ini dipercaya sebagai alat untuk membantu menyebarkan berita/informasi seperti adanya acara pernikahan penduduk setempat atau adanya bahaya yang datang (seperti angin kencang atau kebakaran). Rebana Ubi diletakkan di dataran tinggi dan dipukul dengan ritme tertentu tergantung berita yang mau diumumkan.

Memperdengarkan musik sangatlah membantu untuk menjernihkan pikiran secara khusus alat musik tradisional provinsi Riau yang memang kebanyakan untuk membangkitkan semangat.

Alat musik tradisional kepulauan Riau mengandung melodi dan harmonisasi musik yang membuat pikiran tenteram dan tenang. Artikel merupakan peluasan daerah dari artikel sebelumnya yang berjudul alat musik tradisional Riau