Alat Musik Tradisional Madura

Alat Musik Tradisional Madura – Madura adalah sebuah tempat yang terletak di bagian timur pulau Jawa Timur. Hampir seluruh masyarakat yang mendiami pulau ini adalah suku Madura, sebuah etnis dengan populasi terbesar di Indonesia[src].

Beberapa daerah di Madura tentunya juga dihuni oleh penduduk Jawa Timur. Suku Madura terkenal dengan logat dan gaya bicaranya yang blak-blakan (apa adanya), juga dikenal hemat, disiplin dan pekerja keras (abhantal omba’ asapo’ angen).

Alat musik tradisional Madura
Kumpulan alat musik tradisional Madura

Baca juga: alat musik tradisional Jawa Timur

Cukup banyak budaya tradisional Madura yang dapat kita ketahui dari buku seperti Mamaca, Mamapar gigi, Kalenengan Karaton, dll. Namun seperti biasanya saya hanya akan membahas dari 1 bidang kesenian saja yaitu alat musiktradisional. Kali ini saya akan membahas sedikit tentang Alat musik tradisional Madura

Alat Musik Tradisional Madura

Daerah dengan pulau terbesarnya yaitu Kepulauan Kangean ini memiliki beberapa kesenian musik yang unik untuk kita dengar dan pelajari. Oke tanpa banyak membuang waktu berikut artikel alat musik tradisional dari Madura selengkapnya.

Baca juga selengkapnya: alat musik tradisional Maluku dan alat musik tradisional Maluku Utara

Berikut daftar alat musik tradisional Madura beserta penjelasannya:

Saronen

Saronen merupakan kesenian musik rakyat yang sudah ada sejak lama dan berkembang di masyarakat Madura. Dengan harmonisasi dinamis, rancak dan bertemakan suasana riang memang sangat cocok jika dipadukan dengan karakteristik dari masyarakat Madura yang tegas namun baik dan santun.

Alat musik tradisional Madura Saronen
Gambar alat musik tradisional Saronen

Salah satu ciri yang dapat anda temukan dari Saronen adalah adanya sembilan instrumen khas yang terdapat di alat musik ini. Ada yang menyebutkan bahwa kesembilan instrumen ini adalah filosofi dari Islam yang merupakan kepanjangan dari kalimat pembuka Al Qur’anul karim[src].

Baca juga: cara memainkan saron

Pada bagian pangkal atas Saronen itu diberikan sebuah hiasan berupa sayap yang terbuat dari tempurung dan berbentuk seperti kumis seakan menggambarkan bahwa seorang pemain Saronen itu “Jantan”. Alat musik tradisional Madura ini sering digunakan sebagai pengiring lomba karavan sapi, upacara adat dan juga resepsi pernikahan.

Tong-Tong

Sekilas jika kita melihat alat musik tradisional dari Madura yang satu ini akan teringat dengan kentongan yang biasa kita dengar ketika adzan ingin dikumandangkan, memang betul bentuk dan cara penggunaannya-pun sama tetapi Tong-Tong digunakan sebagai hiburan.

Alat musik tradisional Madura Tong tong
Gambar alat musik tradisional tong tong

Tong-tong bisa kita jumpai dengan mudah ketika adanya sebuah pawai yang menggunakan alat musik tradisional ini sebagai “pemecah” kesunyian. Suaranya yang nyaring ditelinga dan seakan membuat kita ingin menari ini membuat acara pawai lebih semarak.

Baca juga: alat musik tradisional yang dipukul

Selain berkembang sebagai sebuah kesenian orkes musik, pola ritme musik tong-tong sering dipakai dalam asambel musik jenis lain. Semisal dalam pola tabuhan pada kelengan atau musik loddrok.

Ul-Dhaul / Ul-Daul

Kesenian musik Ul-Daul tentunya sudah tidak asing bagi masyarakat Madura khususnya Sumenep. Daul pada awalnya hanyalah sebatas gentongan yang dipukul untuk membangunkan warga untuk sahur pada momen-momen di bulan Ramadhan. Namun seiring berjalannya waktu, Daul ini sekarang telah dilengkapi lagi dengan beberapa alat musik tradisional lainnya.

Alat musik tradisional Madura Ul daul
Gambar alat musik tradisional ul daul

Banyak orang yang beranggapan bahwa Ul-daul merupakan alat musik perkusi etnik. Sebuah kesenian musik tradisional yang awalnya bermula dari Kab. Pamekasan ini sekarang seakan telah menjadi “tamu undangan” pada tiap-tiap acara besar, khususnya wilayah Madura.

Baca juga: alat musik perkusi

Musik tradisional ul-daul sudah tak asing lagi bagi masyarakat Madura, khusus Sumenep. Sekitar empat tahun belakangan ini, perkembangan musik ul-daul cukup pesat di tiga kabupaten. Yakni Sumenep, Pamekasan, dan Sampang. Kini, ul-daul menjadi bagian dari khasanah kekayaan seni dan budaya masyarakat Madura.

Cukup banyak kesenian musik yang dapat kita kenali ketika berkunjung ke beberapa daerah di Madura, terutama di daerah Sumenep. Event-event langka seperti adanya pawai atau peringatan ulang tahun sebuah daerah biasanya tak terlepas dengan kemunculan berbagai alat musik tradisional.

Demikian sedikit informasi yang dapat saya bagikan kepada teman-teman, semoga dapat bermanfaat sebagai sumber referensi yang relevan. Marilah bersama kita jaga kelestarian kebudayaan Indonesia, Terimakasih.