Alat Musik Tradisional Sulawesi Tengah

Alat musik tradisional Sulawesi Tengah – Sulawesi Tengah merupakan sebuah provinsi yang terletak tentunya di tengah Pulau Sulawesi. Palu adalah ibukota dari provinsi ini, selain itu Sulawesi Tengah memiliki keunikan pada flora dan fauna-nya, hewan yang ada di provinsi ini tidak menyerupai hewan yang ada di Kalimantan maupun Papua meskipun jaraknya berdekatan[src].

Ditambah, Sulawesi Tengah juga memiliki keindahan alam yang baik serta banyak pula objek wisata yang bisa kita kunjungi disana, salah satunya adalah Danau Poso atau Danau Lindu. Meskipun begitu, pemerintah kita sudah melindungi keindahan alam ini dengan adanya suaka margasatwa dan hutan lindung sehingga kita tidak bisa melakukan hal yang aneh-aneh disana.

Alat musik tradisional Sulawesi Tengah
Kumpulan alat musik tradisional Sulawesi Tengah

Sebelum jatuh ke tangan Belanda, Provinsi Sulawesi Tengah masih menganut sistem pemerintahan Kerajaan yang kurang lebihnya ada 15 kerajaan. Dulunya Sulawesi Tengah juga dikenal dengan julukan 7 Kerajaan di Timur dan 8 Kerajaan di Barat. Disitulah saya tertarik untuk mengulas kesenian dari Sulawesi Tengah, terutama tentang alat musik tradisional provinsi Sulawesi Tengah

Alat Musik Tradisional Sulawesi Tengah

Sulawesi Tengah memiliki berbagai etnis, mulai dari Etnis Kaili berdiam hingga Etnis Pendau yang memiliki keunikan dan tentunya ada perbedaan cara memanggil alat musik tradisional yang mereka mainkan, seperti contoh dalam penyebutan alat musik tradisional Kolintang dengan Kulintang.

Baca juga:

Berikut daftar nama alat musik tradisional Sulawesi Tengah beserta gambar dan penjelasannya:

1. Ganda

Ganda merupakan alat musik tradisional Sulawesi Tengah yang dimainkan dengan cara dipukul seperti gendang. Alat musik ini memiliki 2 buah kulit di kedua sisinya, sehingga hampir semua orang terlebih pemula tentunya bisa mempelajari alat musik tradisional ini.

Alat musik tradisional Sulawesi Tengah Ganda
Gambar alat musik tradisional Ganda

Baca juga: alat musik tradisional yang dipukul

Ganda memiliki nama lain, yaitu Kanda. Bentuk dari Ganda seperti gendang Jawa dengan ukuran yang lebih kecil dan lebih ramping. Untuk teknik memukulnya tergantung dari keinginan sang pemain dan tergantung penggunaannya dalam acara seperti apa.

2. Geso-Geso

Alat musik tradisional Sulawesi Tengah ini sangatlah khas dengan kebudayaan yang ada di Sulawesi Tengah, nama aslinya adalah Pa’ Geso’ Geso tetapi masyarakat lebih mudah menyebutnya dengan panggilan Geso-Geso. Alat musik tradisional Geso-Geso cukup terkenal di daerah Kecamatan Saluputri.

Alat musik tradisional Sulawesi Tengah Geso-Geso
Gambar alat musik tradisional Geso Geso

Kesenian merupakan sebuah perwujudan ekspresif dari kebudayaan yang ada di Sulawesi Tengah melalui alat musik tradisional dan Geso-Geso hanyalah salah satu contohnya saja. Alat musik Geso-Geso dimainkan dengan cara digesek meskipun hanya dengan satu dawai saja yang dapat dimainkan

Baca juga: cara memainkan harpa

Geso-Geso terbuat dari khusus yang memiliki sifat kuat dan keras dan juga terdapat tempurung yang dilapisi dengan kulit binatang yang nantinya berfungsi sebagai membran pengeras bunyi. Alat untuk menggesek-nya terbuat dari serat kayu atau bisa juga menggunakan ijuk lalu diikatkan pada sebuah rotan.

Baca juga: alat musik tradisional yang digesek

Namun sangat disayangkan dikarenakan jarangnya ada orang yang mau memainkan dan juga keterbatasan orang yang mampu untuk mengajari membuat alat musik tradisional Sulawesi Tengah ini punah.

3. Gimba

Selanjutnya adalah alat musik tradisional Gimba, tidak ada yang mengetahui pasti sebenarnya apa itu Gimba karena pada kecamatan lain di Kab. Donggala ada juga yang menamakannya ganda-ganda dengan bentuk yang lebih kecil tapi masyarakat hanya mengetahui bahwa sejak ada, nama alat musik tersebut adalah Gimba.

Alat musik tradisional Sulawesi Tengah Gimba
Gambar alat musik tradisional Gimba

Fungsi Gimba adalah untuk memberitahukan sebuah kegiatan atau jika ada kejadian tertentu, seperti berita duka, bencana alam dan lain-lainnya. Mereka bisa mengetahui adanya bahaya yang datang dengan dibunyikannya Gimba ini dengan cara dipukul dan setiap banyaknya pukulan menandakan hal yang berbeda-beda.

Baca juga: cara memainkan gendang

Gimba digunakan sebagai alat musik tradisional pengiring tari-tarian terutama pada saat Upacara Balia apalagi jika ada pertandingan atau pencak silat. Gimba dimainkan bersama dengan alat musik lain seperti Lalove yang dibunyikan sebagai pembukaan sebelum orang menari. Beberapa orang meyakini jika alat musik ini dimainkan dengan Lalove dapat mengundang makhluk halus dan bisa merasuki warga yang menonton.

4. Lalove

Lalove termasuk alat musik tradisional yang ditiup dan digunakan untuk mengiringi tari-tarian daerah atau adat tertentu saja. Alat musik ini berwujud seperti sebuah suling yang panjang dan biasanya dipasangkan dengan alat musik lain seperti Kadode, Yori, mbasi-mbasi atau Kentongan, Lalove cocok untuk dipasangkan dengan mereka.

Alat musik tradisional Sulawesi Tengah Lalove
Gambar alat musik tradisional Lalove

Lalove juga digunakan untuk upacara adat lokal yaitu Balia, sebuah acara pengobatan masyarakat. Meskipun upacara ini sudah jarang dilakukan, namun ada beberapa daerah di pesisir Palu yang masih melakukan upacara adat dengan menggunakan alat musik ini.

Baca juga: alat musik tradisional yang ditiup

Generasi muda adalah salah satu pendukung dan penentu bagaimana nasib kedepannya alat musik ini, apakah tetap bertahan atau akan hilang tergantikan dengan alat musik modern.

5. Paree / Pare’e

Alat musik tradisional Pare’e terbuat dari bambu yang dibelah dan salah satu bagian ujungnya dijadikan runcing seperti paruh burung karena salah satu saja yang tajam. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tangan kiri anda sementara tangan kanan memasukkan jari pada lubang untuk mengatur nada yang dihasilkan.

Baca juga: cara memainkan suling

Paree dimainkan dikala petani sedang merayakan panen mereka sebagai wujud rasa senang mereka dan ada juga beberapa remaja yang masih memainkan alat musik ini untuk sekedar hiburan pribadi. Pada daerah tertentu seperti suku Kulawi, alat musik ini dipercaya memiliki kekuatan magis ketika dimainkan pada saat acara adat tertentu.

6. Santu

Santu adalat alat musik yang terbuat dari Bambu yang mungkin anda bisa masukkan kedalam jenis sitar tabung dan termasuk kelompok ideo-kordofon. Kulit pada bagian bambu pada bagian tengahnya dilubangi sebagai resonatornya dan nantinya ketika dipetik suara yang dihasilkan bisa sedikit lebih kencang.

Alat musik tradisional Sulawesi Tengah Santu
Gambar alat musik tradisional Santu

Inilah gitar yang mereka mainkan untuk mengisi waktu senggang di sawah, bermain musik sembari melihat awan.

Baca juga: cara memainkan tifa

Selain digunakan sebagai hiburan pribadi disaat bosan, anak muda yang memainkan alat musik ini tidak kehilangan kreatifitas. Terkadang jika mereka sedang bermain perang-perangan, alat musik ini digunakan sebagai alat komunikasi kelompok mereka yang tentunya menambah keseruan dari permainan tradisional itu sendiri.

7. Talindo

Alat musik Talindo terbuat dari 3 buah bahan yang cukup mudah anda cari, yaitu: kayu, tempurung kelapa dan tentunya senar karena ini adalah alat musik tradisional Sulawesi Tengah yang dimainkan dengan cara dipetik.

Alat musik tradisional Sulawesi Tengah Talindo
Gambar alat musik tradisional Talindo

Baca juga: alat musik tradisional yang dipetik

Tempurung kelapa itu berfungsi sebagai resonator sementara kayu sebagai badan dan senar sebagai petikannya. Alat musik ini cukup akrab dengan remaja Sulawesi karena penggunaannya untuk merayakan pesta panen.

8. Tatali

Tatali merupakan alat musik tradisional dari Sulawesi Tengah yang menyerupai Suling. Tatali dimainkan dengan cara ditiup dan alat musik ini merupakan alat musik tradisional khas suku To Wana. Dengan ukurannya yang mencapai 50 cm dan juga diameter 2 cm Tatali cukup sulit dimainkan oleh pemula seperti kita.

Alat musik tradisional Sulawesi Tengah Tatali
Gambar alat musik tradisional Tatali

Baca juga: cara memainkan angklung

Tatali memiliki 3 lubang yang berfungsi sebagai resolusi udara tempat kita meletakkan jari, tentunya hanya ada 3 pilihan nada saja dan tergantung kelihaian dari pemain untuk memainkan Tatali. Teknik meniupnya juga harus menggunakan perasaan agar suara yang diciptakan enak didengar.

9. Tutuba

Alat musik tradisional Sulawesi Tengah Tutuba
Gambar alat musik tradisional Tutuba

Tutuba adalah alat musik tradisional dari Sulawesi Tengah yang dimainkan dengan cara dipetik pada bagian dawainya. Alat musik yang terbuat dari bambu ini adalah alat musik khas suku To Wana (Penduduk asli di daerah Wan Bulang di daerah Sulawesi Tengah).

10. Yori

Yori merupakan alat musik yang terbuat dari bahan alam, yaitu kulit pelepah enau dan tali yang terbuat dari kulit kayu. Fungsi dari alat musik Yori adalah untuk menghibur diri sendiri karena suara yang diciptakan tidaklah keras, tapi setidaknya suasana tidak menjadi terlalu sunyi.

Alat musik tradisional Sulawesi Tengah Yori
Gambar alat musik tradisional Yori

Pembuatan Yori memakan waktu jadi jika anda ingin mencobanya mungkin bisa saja. Anda membutuhkan pelepah enau dan tumbuhan yang cocok untuk pembuatan talinya. Pelepah yang anda sudah pilih dikeluarkan bagian gadingnya namun jangan sampai hancur / rusak.

Baca juga: cara memainkan gitar

Seperti yang sudah saya jelaskan bahwa Yori digunakan untuk hiburan pribadi, mengapa? Karena suara yang dihasilkan dari Yori hanyalah sebatas 3 – 8 meter saja dan digunakan untuk saling berbalas bunyi jika digunakan oleh para remaja.

Baca juga: cara memainkan rebab

Untuk memainkannya anda harus mengangkat alat musik ini, lalu ditiup seperti memainkan harmonika. Sangat disayangkan karena alat musik tradisional Yori ini sudah langka atau bisa dibilang alat musik ini sudah punah karena kurangnya minat dari generasi penerusnya.

Baiklah sepertinya itu saja sekiranya informasi yang dapat saya bagikan tentang macam macam alat musik tradisional Sulawesi Tengah, tentunya saya harapkan dapat memudahkan kita untuk mempelajari kesenian dan kebudayaan lokal yang tergeser zaman.

Marilah kita lestarikan budaya Indonesia, sekecil apapun itu pasti akan berdampak besar pada kemudian hari dan semoga kita mampu dan mau terus mempelajari serta mengajarkan informasi yang kita dapat. Jangan lupa untuk mengunjungi kami untuk informasi seputar alat musik tradisional.