7 Alat Musik Tradisional Sulawesi Tenggara [Lengkap]

Alat Musik Tradisional Sulawesi Tenggara – Sulawesi Tenggara adalah sebuah provinsi yang terletak di bagian tenggara pulai Sulawesi (di bagian bawah kanan) dengan Kendari sebagai Ibukotanya.

Seperti yang kita ketahui bahwa Sulawesi Tenggara merupakan daerah yang dulunya merupakan tempat pemerintahan Kesultanan – Kerajaan Nusantara hingga tahun 1952 yang membuat Provinsi ini tentunya kaya akan budaya leluhur yang bernuansa kekerajaan[src].

Beberapa peninggalan yang kita bisa pelajari di Provinsi ini adalah Istana Kamali Kara, Istana Kamali Bata, Kasulana Tombi dan tentunya masih banyak lagi tempat wisata alam maupun budaya yang bisa kita kunjungi untuk menambah wawasan.

alat musik tradisional sulawesi tenggara
alat musik tradisional sulawesi tenggara

Pada artikel kali ini, saya ingin membagikan sedikit informasi seputar alat musik tradisional dari Sulawesi Tenggara dan kegunaannya. Tarian Lulo merupakan salah satu kesenian tradisional daerah Sulawesi Tenggara yang diiringi dengan alat musik khas Sulawesi Tenggara yaitu Gong.

Alat Musik Tradisional Sulawesi Tenggara

Penggunaan musik dalam sebuah daerah memiliki tujuan yang berbeda-beda, ada yang menggunakannya karena hanya kebutuhan hiburan, ada juga yang menggunakannya untuk sebuah upacara sakral, atau hanya sekedar acara adat biasa.

Di daerah Sulawesi Tenggara, penggunaan musik juga memiliki tujuan yang sama. Sangat disayangkan karena daerah sebenarnya menyimpan potensi yang besar namun jarang terekspos oleh kita.

1. Baasi

alat musik baasi
Gambar alat musik baasi

Seperangkat alat musik bambu (10 buah). Terbuat dari bambu dan rotan. Alat ini dimainkan untuk mengiringi lagu daerah dan nusantara pada waktu pertunjukkan

Kesepuluh buah bambu Baasi memiliki panjang yang berbeda-beda dengan setiap lubang di bagian pakalnya, sehingga ia akan menghasilkan bunyi nada yang berbeda-beda pula. Umumnya Baasi dimainkan untuk mengiringi tarian atau nyanyian lagu-lagu daerah itu.

2. Kanda Wuta / Wuta

alat musik kanda wuta
Gambar alat musik kanda wuta

Alat musik ini dibuat dari kayu, tanah liat, rotan dan pelepah sagu. Kanda wuta dimainkan selama tiga malam berturut-turut. Malam pertama terbit empas bulan di langit (Melamba); malam kedua terbit lima belas bulan di langit (Mata Omehe); malam ketiga terbit enam belas bulan di langit (Tombara Omehe). Alat musik ini untuk mengiringi khusus tarian lulo ngganda setelah panen.

Kanda Wuta merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Alat musik inisering dimainkan sebagai pengiring Tari Lulo ?anda! sebua” tarian yang dipertun#ukkan waktu panen tiba

3. Ladolado

alat musik lado lado
Gambar alat musik lado lado

Lado-Lado adalah alat musik tradisional dari Sulawesi Tenggara yang dimainkan dengan cara digesek. Alat musik ini terbuat dari Kayu / Bambu yang dibentuk seperti gitar, jika anda melihatnya secara langsung memang agak sulit karena bentuknya juga menyerupai gambus.

Alat musik tradisional Sulawesi Tenggara ladolado sudah jarang kita temui di daerah-daerah dan jika memang kita menemukan alat musik tersebut, biasanya sudah terpajang rapih dengan bingkai kaca didalam museum.

4. Dimba Nggowuna / Nggowuna (Gendang Bambu)

alat musik dimba nggowuna
Gambar alat musik dimba nggowuna

Dimba Nggowuna adalah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu dan rotan dan dulunya dimainkan oleh para kaum wanita disaat mereka bekerja menenun kain, tujuannya hanyalah sebagai sarana hiburan agar tidak terlalu jenuh.

Alat musik tradisional daerah Sulawesi Tenggara ini diyakini sudah ada sejak zaman Neolitikum, dengan ukurannya yang berkisar 40 – 45 cm Dimba Nggowana merupakan perwujudan dari kesenian musik leluhur kita yang dapat kita dengar dengan suara khas tiap petikannya

Sayangnya kemajuan zaman mengakibatkan alat musik suku Tolaki pada saat hidup di gua ini tergantikan dengan alat musik modern.

5. Seruling Bambu

alat musik seruling bambu
Gambar alat musik seruling bambu

Seperti Seruling lainnya, Seruling Bambu memiliki lubang pada bagian atasnya yang berfungsi untuk tempat keluarnya suara dan juga tempat untuk kita mengatur nada dan irama seperti apa yang ingin kita keluarkan.

Keindahan dan kelembutan alat musik tradisional ini akan semakin maksimal jikalau pemainnya mengerti dan sudah memahami cara menggunakannya. Cukup banyak jenis dari Seruling bambu yang dapat kita temui di SulTra.

Ada yang berukuran kecil hingga besar sampai menggunakan ruas bambu. Penggunaan alat musik ini bisa untuk berbagai macam, bisa untuk pengiring musik tambahan kesenian musik atau penghibur diri. Permainan Seruling juga biasanya diajarkan di sekolah dalam materi pembelajaran yang berhubungan dengan kesenian.

6. Ore Ore Nggae

alat musik ore ore nggae
Gambar alat musik ore ore nggae

Ore-Ore Nggae merupakan alat musik adat Sulawesi Tenggara yang terbuat dari bambu dan rotan, jika anda perhatikan bentuknya terdapat sebuah kayu kecil diantara dawai dan badannya. Ore-Ore Nggae memiliki bentuk seperti gendang yang berukuran mini.

Untuk memainkannya anda menggunakan 2 tangan dan posisi memainkannya dengan duduk dan posisi alat musik tersebut miring. Tangan kanan digunakan untuk menepak dan memetik, sedangkan tangan kiri digunakan untuk membuka dan menutup lubang tempat suara keluar.

Penggunaan alat musik Ore-Ore Nggae di SulTra adalah untuk seorang gadis yang mengungkapkan perasaannya kepada orang yang ia sukai, meskipun sekarang tidak serumit itu tapi menggunakan alat musik seperti ini sudah merupakan sejarah dari alat musik tradisional Sulawesi Tenggara tersebut

7. Ore-Ore Mbondu

alat musik ore ore mbondu
Gambar alat musik ore ore mbondu

Ore-Ore Mbondu merupakan jenis alat musik tradisional Sulawesi Tenggara yang dimainkan dengan cara ditiup yang berasal dari Sulawesi Tenggara (SulTra) yang bisa dibilang keberadaannya mungkin sulit untuk kita cari karena alat musik ini terbuat dari tulang yang telah dilubangi dan tembaga.

Alat musik tradisional Sulawesi Tenggara ini dulunya dimainkan oleh orang yang sedang bekerja di sawah (biasanya kaum pria) saat panen datang, lalu ada juga alat musik lainnya yang digunakan untuk menambah kesan kemeriahannya seperti baasi dan gendang (disebut Dimba).

Tidak hanya dari segi kesenian dan kebudayaannya, salah satu prestasi yang bisa menarik perhatian kita adalah atlet petinju dari Sulawesi Tenggara yang berhasil memenangkan Kejurnas tinju Kapolri Cup I di Jambi patut kita apresiasi.

Setiap daerah memiliki keunikan dan keunggulannya masing-masing, itulah indahnya Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika. Nama alat musik tradisional Sulawesi Tenggara yang saya sebutkan diatas merupakan data yang saya peroleh dari berbagai sumber yang akurat untuk dijadikan acuan.

Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu anda semua untuk memudahkan proses pembelajaran. Mungkin kita belum berperan besar dalam hal “cinta tanah air” namun marilah bersama, kita jaga alat musik tradisional daerah Sulawesi Tenggara sebagai salah satu bentuk upaya mencintai tanah air kita.

alat musik adat sulawesi tenggara

Yang kamu cari :