Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan

Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan – Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi yang terletak di bagian selatan Sumatera dengan ibu kotanya yaitu Palembang. Jika anda mendengar nama “Palembang” tentu yang terbesit di pikiran kita sama pastinya pempek-nya.

Selain terkenal dengan Pempek-nya ternyata provinsi yang diketahui berbatasan dengan Prov. Jambi ini menyimpan kekayaan alam dan juga kebudayaan lokal yang berlimpah, sebagai contoh tentu kita tahu bahwa Sum Sel ini kaya akan sumber daya alam minyak bumi, gas alam dan batu bara-nya.

Alat musik tradisional Sumatera Selatan
Kumpulan alat musik tradisional Sumatera Selatan

Pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit membagikan informasi seputar kesenian lokal yang ada di Sumatera Selatan, namun saya hanya akan terfokus pada alat musik saja karena saja bertujuan membuat sebuah dengan topik utama artikel alat musik tradisional Sumatera Selatan.

Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan

Berikut ini adalah beberapa nama alat musik tradisional Sumatera Selatan yang memang masih ditemukan di daerah-daerah lokal Sum Sel, memang ada beberapa alat musik yang sudah bercampur dengan budaya luar seperti alat musik tradisional Sumatera Selatan accordion yang cukup terkenal namun accordion sendiri juga termasuk budaya luar.

Baca juga selengkapnya tentang:

Beberapa nama alat musik tradisional Sumatera Selatan, seperti:

Burdah / Oku

Burdah atau Oku memiliki wujud yang menyerupai gendang namun dengan ukuran yang cukup besar dibandingkan gendang biasa. Alat musik tradisional dari Sumatera Selatan ini terbuat dari kulit hewan dan kayu nangka sebagai tubuhnya jadi jika dibayangkan memang bentuk dan ukurannya lebih besar dibanding gendang biasa.

Alat musik tradisional Sumatera Selatan Gendang Oku
Gambar alat musik tradisional Gendang Oku

Baca juga: cara memainkan kendang

Asal mula kata Oku diyakini berasal dari sebutan untuk alat musik masyarakat Ogan Komering Ulu yang disingkat menjadi “OKU” maka dari itu alat musik ini juga disebut alat musik Oku oleh masyarakat.

Penggunaan Burdah / Oku

Burdah cukup sering dimainkan dalam acara-acara adat lokal sebagai alat musik ritmis (nada yang dihasilkan untuk pengiring musik utama dan mengatur tempo). Terlebih jika daerah tersebut mengadakan acara pernikahan yang menggunakan adat daerah biasanya Oku ada disana, Oku juga bisa digunakan untuk mengiringi pergerakan pencak silat.

Genggong

Genggong diyakini merupakan alat musik tradisional dari kota Pagar Alam, Sum Sel dan alat musik Genggong menghasilkan suara seperti harmonika meskipun bentuknya terlihat meragukan. Genggong terbuat dari bambu kayu atau logam tergantung dari pembuatnya.

Alat musik tradisional Sumatera Selatan Genggong
Gambar alat musik tradisional Genggong

Dahulu alat musik Genggong dimainkan para petani yang sedang beristirahat saat aktivitasnya di sawah, agar tidak jenuh masyarakat membawa Genggong sebagai penghibur diri. Genggong juga dimainkan oleh masyarakat Basemah untuk menghibur diri dari sepi dan jenuh.

Memainkan Genggong

Untuk membuat genggong menghasilkan suara, pemain menggunakan mulutnya untuk mengubah nada yang ada di genggong menjadi sebuah melodi. Indah atau tidaknya suara yang dihasilkan merupakan kemampuan dari pemainnya, di situlah letak keseruan bermain alat musik Genggong.

Baca juga: cara memainkan harmonika

Namun anda harus ingat, karena alat musik tradisional ini dimainkan dengan mulut kita, jangan lupa untuk membawa lap atau tisu karena ditakutkan akan ada air liur yang keluar saat memainkan, mungkin untuk yang sudah terbiasa memainkannya tidak perlu.

Kenong Basemah

Jika dilihat dari namanya Kenong memang merupakan alat musik yang menyusun assemble gamelan Jawa. Kenong bisa dimainkan dengan cara dipukul pada bagian yang menonjol dengan alat pemukul-nya. Alat musik Kenong Basemah bisa anda jumpai di salah satu kota di Sum Sel yaitu Kota Pagar Alam

Alat musik tradisional Sumatera Selatan Kenong Basemah
Gambar alat musik tradisional Kenong Basemah

Kenong Basemah berfungsi sebagai penegas nada tertentu seperti menekankan ketika lirik lagu yang memiliki makna dalam, alat pukul kenong berbentuk kayu yang ujungnya dililitkan dengan kain, sehingga saat dipukul kenong mengeluarkan suara tanpa merusak fisiknya.

Baca juga: cara memainkan kenong

Biasanya dalam 1 set memiliki variasi jumlahnya dari 8 hingga 10 buah, namun umumnya 10 buah. Kenong Basemah terbuat dari tembaga dan hanya ada di satu daerah yaitu suku Basemah, maka dari itu Kenong ini disebut Kenong Basemah karena alat musik khas dari daerah itu.

Tenun

Tenun adalah alat musik tradisional Sumatera Selatan yang terbuat dari kayu dan bentuknya persegi panjang, bagian tengah dari tenun berbentuk seperti ornament segitiga yang jika dipukul nantinya akan menghasilkan bunyi tertentu, bukan irama. Alat musik tenun biasa digunakan pada acara-acara hiburan.

Alat musik tradisional Sumatera Selatan Tenun
Gambar alat musik tradisional Tenun

Alat musik ini pertama dinamakan Tenun karena dulunya dimainkan pada saat masyarakat yang sedang bekerja menenun kain (para wanita). Alat musik ini juga dimainkan hanya karena mereka bosan dan ingin menghibur diri mereka ditengah-tengah kesibukan pekerjaan menenun kain.

Baca juga: cara memainkan lesung

Cara memainkan Tenun yaitu dengan cara dipukul dengan menggunakan kayu pada bagian yang menghasilkan nada.

Terbangan

Terbangan adalah alat musik tradisional Sumatera Selatan[src] yang dimainkan dengan cara dipukul. Terbangan merupakan jenis Rebana yang ada di daerah Sum Sel yang terdiri dari 4 jenis rebana yakni rebana Hadrah dan satu buah bedug kecil yang mereka sebut Jidur.

Alat musik tradisional Sumatera Selatan Terbangan
Gambar alat musik tradisional Terbangan

Terbangan biasanya dimainkan bersamaan dengan alat musik Serunai dan Biola. Karena bentuknya yang mirip seperti rebana, jangan lupa juga ya untuk baca tentang cara memainkan rebana.

Jadi begitulah sedikit informasi yang saya dapat untuk diinformasikan kepada para pembaca, semoga dapat membantu anda untuk meningkatkan wawasan terhadap kesenian dan kebudayaan Indonesia.

Meskipun bukan sepenuhnya tugas kita, namun marilah bersama kita kembangkan rasa cinta kita terhadap alat musik tradisional Sumatera Selatan dan kebudayaan daerah lainnya.