Alat Musik Tradisional Sumatera Utara

Alat Musik Tradisional Sumatera Utara – Sumatera Utara terletak di pulau Sumatera dan ibu kotanya Medan, Provinsi dengan 419 pulau ini menyimpan kekayaan alam yang sangat berlimpah. Dalam bidang seni rupa, Sum Ut lebih terkenal dengan rumah adatnya yang memadukan seni pahat dan ukir.

Di Sumatera Utara-pun ada perbedaan antara seni tari yang bersifat magis (tarian sakral) dan ada juga yang bersifat hanya sekedar hiburan saja. Selain itu, di bidang arsitektur salah satu yang bisa saya sebutkan dari Sum Ut adalah berupa tenunan, salah satu kesenian menarik dari suku Batak.

Alat musik tradisional Sumatera Utara
Kumpulan alat musik tradisional Sumatera Utara

Perbendaharaan seni tari tradisional meliputi berbagai jenis. Ada yang bersifat magis, berupa tarian sakral, dan ada yang bersifat hiburan saja yang berupa tari profan

Sebelumnya saya sudah membahas informasi seputar alat musik tradisional Sumatera Barat di artikel sebelumnya, dan pada kesempatan kali ini, sekali lagi saya ingin membagikan informasi macam-macam alat musik tradisional Sumatera Utara dan gambarnya.

Alat Musik Tradisional Sumatera Utara

Dari informasi yang saya peroleh, terdapat lebih dari 10 buah alat musik tradisional di Sumatera Utara yang bisa kita pelajari. Provinsi yang pada dulunya bernama Gouvernement van Sumatra ini memang memiliki kekayaan alam serta keragaman suku-suku yang beredar juga memiliki alat musik tradisional yang sangatlah apik untuk kita pelajari.

Baca juga selengkapnya tentang:

Fungsi alat musik tradisional Sumatera Utara beragam, ada musik yang biasa dimainkan di upacara-upacara adat yang diadakan, ada yang digunakan untuk mengiringi tarian adat dan lain-lain. Sebagai contoh bisa kita lihat alat musik tradisional Sumatera Utara Doli-Doli yang banyak di jumpai di daerah Nias.

Berikut beberapa nama-nama alat musik tradisional Sumatera Utara :

1. Aramba

Dalam susunan Alat musik tradisional Sumatera Utara Aramba merupakan alat musik yang biasa dimainkan pada saat acara perkawinan. Aramba terbuat dari tembaga kuningan / logam perunggu, alat musik ini diyakini berasal dari Nias.

alat musik tradisional Sumatera utara Aramba
Gambar alat musik tradisional Aramba

Aramba dimainkan dengan cara dipukul pada bagian yang berbentuk bundar dan menonjol di bagian tengahnya, biasanya Aramba digantungkan pada seutas tali, bentuk alat musik ini mudah dikenali karena adanya bentuk bundar yang menonjol pada bagian atasnya.

Bentuk Aramba

Aramba memiliki garis tengah 40 cm ~ 50 cm, sedangkan untuk Aramba yang digunakan keturunan bangsawan adalah Aramba Fatao dan Aramba Hongo yang bergaris tengah 60 cm ~ 90 cm.

Baca juga: cara memainkan aramba

Jika dilihat sepintas, Aramba seperti memiliki 2 bagian, yakni bagian datar panjang dan bagian yang untuk dipukul, gambar alat musik tradisional Sumatera Utara tersebut seperti yang terlihat.

2. Doli-doli

Alat musik Doli-Doli sangatlah unik, secara sekilas mungkin akan ada orang yang beranggapan bentuknya menyerupai angklung, hanya saja cara memainkan dan memegangnya berbeda. Di daratan Melayu, masyarakat daerah sana mengenali Doli-Doli dengan sebutan Kolintang

Baca juga: cara memainkan kendang

alat musik tradisional Sumatera utara Doli-doli
Gambar alat musik tradisional doli-doli

Doli-Doli terbuat dari 4 bilah kayu dan alat musik tradisional ini dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik tradisional Sumatera Utara Doli-Doli, bisa anda jumpai di dearah Nias. Alat musik ini dimainkan bersamaan dengan alat musik tradisional yang lainnya seperti Aramba dan pakpak.

3. Druri Dana

Satu lagi alat musik tradisional Sumatera Utara yang dimainkan dengan cara dipukul, yakni Druri Dana, alat ini terbuat dari kayu yang dipotong dan dibentuk seperti gambar diatas.

alat musik tradisional Sumatera utara Druri Dana
Gambar alat musik tradisional Druri dana

Druri dana merupakan alat musik yang mengeluarkan suara ketika bambu tersebut saling beradu. Druri Dana diyakini berasal dari pulau Nias, dan prinsip kerjanya seperti alat musik tradisional Angklung.

4. Faritia

Faritia terbuat dari bahan logam atau kuningan, alat musik tradisional ini termasuk golongan alat musik idiophone (alat musik yang menghasilkan suara dari getaran). Bentuk alat musik Faritia seperti Talempong dari Padang dan gamelan dari Jawa.

alat musik tradisional Sumatera utara Faritia
Gambar alat musik tradisional Faritia

Fatiria berbentuk bundar dengan diameter 23 cm dan ketebalannya 4 cm dengan bagian tengah yang menonjol untuk dipukul. Fatiria dimainkan dengan alat pemukul khusus yang disebut Simalambuo atau kayu Duria, kabarnya Fatiria merupakan alat barter pada jaman dulu yang dijadikan alat musik tradisional oleh masyarakat Nias.

Menarik, ya? baca juga: cara memainkan talempong

Faritia memang sangatlah mirip dengan Gong, hanya saja ukurannya lebih kecil dibanding Gong. Cara memainkannya-pun juga sama seperti gong, dipukul dan nantinya akan mengeluarkan bunyi yang khas.

5. Garantung / Kolintang

Garantung adalah alat musik tradisional provinsi Sumatera Utara tepatnya Batak Toba, yang terbuat dari kayu dan bentuknya tertata rapi dan memiliki 5 bilah nada yang fungsinya sebaga pembawa melodi. Garantung termasuk kedalam kelompok Xylophone (batang-batang yang menghasilkan nada)

alat musik tradisional Sumatera utara Garantung
Gambar alat musik tradisional Garantung

Selain sebagai pengiring melodi, Garantung juga dikenal sebagai penstabil ritme variable pada lagu-lagu tertentu dengan memainkannya dengan teknik Mamalu. Garantung terdiri dari 7 wilahan yang tersusun rapi, digantung diatas sebuah kotak yang berfungsi sekaligus resonatornya.

Baca juga: cara memainkan kolintang

Garantung dimainkan dengan menggunakan dua buah stik di tangan kiri dan kanan. Teknik yang digunakan pada umumnya ialah tangan kiri sebagai pembawa melodi dan ritme (memukul bagian tankai Garantung sekaligus saat memainkan sebuah lagu).

6. Gendang Singanaki

Gendang Singanaki terbuat dari Kayu dan potongan kulit binatang, Gendang yang sangat khas di daerah Batak Karo ini memiliki 2 bagian berbeda yakni penganaki dan anak gendang yang disebut Gerantung / enek-enek, berukuran kecil ramping. Untuk memainkannya anda memerlukan alat memukulnya.

Baca juga: cara memainkan gendang

alat musik tradisional Sumatera utara Gendang Singanaki
Gambar alat musik tradisional Gendang Singanaki

Gendang Singanaki berfungsi sebagai alat penentu ritme dalam sebuah ensambel musik, alat musik ini biasanya juga dimainkan bersamaan dengan alat musik lain seperti Sarune. Gendang Singanaki biasanya dimainkan pada saat upacara adat yang bernuansa religi atau acara guro-guro aron.

7. Gendang Sisibah/Pakpak

Jika anda mencari terjemahan dari Gendang Sisibah/pakpak ini, artinya adalah Sembilan gendang yang dimana salah satu sisinya diletakkan dalam satu rak yang dipukul menggunakan pemukul yang terbuat dari kayu / alat pukul lainnya.

alat musik tradisional Sumatera utara Gendang Sisibah
Gambar alat musik tradisional Gendang Sisibah

Gendang Sisibah banyak dijumpai di daerah Sumatera Utara untuk mengiringi upacara adat yang ada di PakPak Dairi dalam acara suka atau pun duka

Bisa dibilang Gendang Sisibah merupakan Ensemble musik dari Pakpak, Sumatera Utara yang terdiri dari sembilan gendang (yang memiliki 1 sisi saja), Kalondang, Lobat, Kecapi, dan Gong. Lalu Ensambel musik ini dimainkan untuk mengiringi upacara-upacara adat di daerah sana.

8. Gonrang

Gonrang merupakan hasil dari kesenian masyarakat Sumalungun yang mempunyai fungsi dalam masyarakat daerah tersebut. Gonrang terdiri dari beberapa alat musik yang masing-masingnya memiliki makna berbeda, Gonrang tidak mungkin bisa lepas dari kehidupan dan acara adat dalam budaya Simalungun.

alat musik tradisional Sumatera utara Gonrang
Gambar alat musik tradisional Gonrang

Dalam kesenian & kebudayaan Simalungun, Gonrang memiliki makna ganda yakni bersifat religi/sakral dan bersifat rekreatif (menghibur).

Baca juga: cara memainkan lesung

Dikalangan masyarakat Simalungun, Gonrang merupakan alat musik utama yang pasti hadir dalam acara-acara penting seperti pernikahan, kematian, dan pesta adat namun sayangnya peranan dari alat musik ini sudah kurang diminati karena posisinya yang tergantikan dengan alat musik modern.

9. Gordang

Gonrang juga termasuk kedalam alat musik tradisional Sumatera Utara yang dimainkan dengan cara dipukul, sebuah gendang dari taganing yang berperan sebagai pengatur ritme dan sangat serbaguna, itulah Gordang.

alat musik tradisional Sumatera utara Gordang
Gambar alat musik tradisional Gordang

Gordang merupakan instrumen musik yang terdiri dari 9 buah Gendang, bentuk dari Gordang sendiri adalah susunan dari gendang-gendang besar yang tersusun secara rapi dan urutan.

Gordang biasanya dimainkan saat pertunjukkan upacara adat, penyambutan, acara pernikahan dan juga terkadang pada saat adanya “acara kematian”. Gordang umunya dimainkan dengan alat musik tradisional dari Sumatera Utara yang lainnya.

10. Gung dan Penganak

Penganak dan Gong tergolong di kelompokan dalam alat musik idiophone (bergetar untuk menghasilkan suara). Perbedaan antara keduanya dengan gong nusantara lainnya terletak pada ukuran dan lebar diameternya[src].

Baca juga: cara memainkan gong

alat musik tradisional Sumatera utara Gung dan penganak
Gambar alat musik tradisional Gung dan Penganak

Alat musik ini memiliki ukuran diameter yang terbilang cukup besar di angka 68 cm dan penganaknya berukuran kecil sekitar 16 cm. Gong dan penganak terbuat dari logam kuningan, sedangkan alat pemukulnya yang dinamai Palu-Palu terbuat dari kayu dengan benda lunak diujungnya (biasanya diikatkan kain).

11. Hapetan atau Hasapi

Hapetan sudah cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia yang terbukti nama dari “Hapetan” sudah tercatata pada KBBI, Hapetan adalah alat musik sejenis kecapi dari daerah Tapanuli, berdawai dan dimainkan dengan sebuah bilah petik[src].

Baca juga: cara memainkan kecapi

alat musik tradisional Sumatera utara Hapetan atau Hasapi
Gambar alat musik tradisional Hapetan

Hapetan merupakan jenis alat musik tradisional Sumatera Utara yang dimainkan dengan cara di petik, cara memainkannya mirip dengan sejenis gitar tradisional berdawai 2 dari daerah Tapanuli. Di daerah bernama Sumbawa, alat musik ini disebut Jungga.

Jenis-Jenis Hasapi

Untuk Hasapi-nya terdapat 2 jenis alat musik hasapi, yaitu:

Hasapi Ende

  • Instrumen pembawa melodi dan merupakan yang paling utama dalam ensambel Gondang Hasapi.

Hasapi Doal

  • Instrumen ini memang mirip dengan Hasapi Ende, namun dalam memainkannya Hasapi Doal berperan sebagai pembawa ritme konstan.

12. Ole-Ole

Ole-ole, jenis alat musik tradisional tiup yang badannya terbuat dari batang padi dan resonatornya terbuat dari daun kelapa atau enau. Ole-ole merupakan alat musik sederhana yang masuk dalam jenis alat musik yang bersifat instrumen solo, Alat musik ole-ole terbuat dari satu ruas batang padi.

alat musik tradisional Sumatera utara Ole Ole
Gambar alat musik tradisional ole-ole

Pada satu ruas batang padi tersebut pangkal ujung dekat ruasnya dipecah-pecah sedemikian rupa, sehingga pecahan batang tadi menjadi alat penggetar udara sebagai penghasil bunyi alat musik Ole-Ole. Alat musik tiup ini terkadang juga memiliki lubang pada batangnya.

Lubang nada pada bang tidak beraturan tergantung kepada pembuat alat musiknya dan nada-nada yang ingin di capai, dibuat sedemikian rupa karena memang alat musik ini dibuat hanya untuk hiburan pribadi saja. Pada pangkal ujungnya digulung daun tebu / kelapa / enau sehingga suaranya terdengar keras dan jauh.

13. Panggora

Panggora merupakan alat musik sejenis Gong namun suara bunyinya sedikit unik, bunyi Panggora seperti itu karena memang alat musik jenis itu dimainkan oleh satu orang dengan pukulan menggunakan stik, lalu setelah suara muncul nanti diredam dengan pegangan tangan.

alat musik tradisional Sumatera utara Panggora
Gambar alat musik tradisional Panggora

Panggora ini adalah gong yang paling besar dengan ukuran diameter mencapai 37 cm dengan tebalnya sekitar 6 cm. Panggora mempunyai bentuk berupa gong berukuran amat besar, besarnya melebihi Aramba dan Faritia. Panggora terbuat dari logam seperti besi, kuningan atau perunggu, Suara yang dihasilkan oleh alat musik tersebut nyaring dan keras.

14. Sarune Bolon

Sarune Bolon terbuat dari logam, alat musik ini memiliki 6 buah lubang nada yang berfungsi utuh dan berperan sebagai pengiring melodi yang keluar. Alat musik tradisional ini termasuk bagian dari perangkat Gondang Sabangunan dari daerah Batak Toba.

alat musik tradisional Sumatera utara Sarune Bolon
Gambar alat musik tradisional Sarune Bolon

Instrumen ini digabungkan dengan Taganing, Gondang, Ogung, Hesek, dan Adap. Sedangkan pada masyarakat daerah Simalungun, Alat musik Sarune Bolon merupakan bagian dari perangkat Gindrang Saparangguan.

Baca juga: cara memainkan saluang

Sarune Bolon biasanya dimainkan bersamaan dengan Gondrang Sipitu-pitu, Ogung, Mongmongan, dan Sitalasayak pada saat upacara adat.

15. Taganing

Taganing merupakan salah satu alat musik tradisional Batak Toba yang terdiri dari 5 buah gendang yang fungsinya sebagai pengatur ritme di beberapa lagu daerah. Taganing bisa disebut juga sebagai Drum set melodis, alat musik ini digantung dalam sebuah rak yang sama.

alat musik tradisional Sumatera utara Taganing
Gambar alat musik tradisional Taganing

Bentuk dari Taganin menyerupai Gordang, hanyasaja ukurannya yang memang bermacam-macam, yang paling besar adalah Gendang yang paling kanan, semakin ke kiri ukurannya semakin kecil dan suara yang dihasilkan-pun berbeda, karena memang itu tujuannya.

Semakin ke kiri semakin tinggi nada yang dihasilkan, Taganing biasanya dimainkan oleh 1 – 2 orang saja menggunakan sebuah stik untuk memukul. Dibandingkan dengan Gordang, Taganing memiliki musik yang terdengar lebih melodis.

Artikel ini juga sudah pernah terbit di blog ini dengan judul alat musik tradisional dari Sumatera Utara

Semoga dengan adanya postingan alat musik tradisional Sumatera Utara dan penjelasannya seperti diatas, semakin menambah wawasan kita terhadap kesenian dan kebudayaan lokal yang semakin tersapu oleh zaman.

Demikianlah sedikit informasi yang dapat saya bagikan ke anda mengenai alat musik tradisional Sumatera Utara beserta keterangannya semoga kedepannya kita sebagai warga negara Indonesia semakin mengetahui dan mencintai kesenian dan budaya kita, terutama kesenian tradisional daerah.