18 Alat Musik Tradisional yang Dipetik [Lengkap]

Alat musik tradisional yang dipetik – Alat musik tradisional adalah sebutan untuk alat musik yang digunakan dan ditemukan di daerah tertentu saja, seperti Siter dari Jawa Tengah yang tidak bisa kita temukan di daerah Maluku dan alat – alat musik lainnya.

alat musik tradisional yang dipetik
Gambar alat musik tradisional yang dipetik

Cukup banyak alat musik tradisional indonesia yang dipetik dapat kita temukan di berbagai daerah, dan berikut ini hanyalah segelintir contoh yang dapat saya rangkum dari berbagai artikel yang saya buat di website alatmusikindonesia.com

Alat Musik Tradisional yang Dipetik

Memainkan alat musik dengan dipetik biasanya jika alat musik yang dimainkan memiliki dawai / senar. Meskipun dalam permainannya terkadang kita harus meniup dari lubang tiup, tetap saja untuk memainkannya harus dipetik. dan dibawah ini adalah daftar alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipetik

1. Siter

alat musik tradisional yang dipetik siter
Gambar alat musik tradisional yang dipetik siter

Siter adalah alat musik tradisional yang dipetik dari Jawa Tengah .Siter lebih sering ditemukan berpasangan dengan celempung didalam sebuah set gamelan Jawa, jika celempung mempunyai 13 senar, siter cuma menggunakan 11 senar saja. Ciri yang paling sering dijumpai adalah 1 senar disetting suara pelog dan senar lainnya mengfungsikan suara slendro.

Panjang sebuah Siter lebih pendek dibandingkan Celempung yang cuma mencapai 30 cm saja, Siter dimasukkan kedalam sebuah kotak disaat mau dimainkan. Tidak cuma itu Siter juga disetel satu oktaf diatas Celempung.

Untuk memainkan alat musik tradisional petik ini pemainnya mesti menggunakan ibu jari untuk menuai senar dan jari lainnya digunakan untuk menahan getaran yang muncul dari petikan senar itu. Hal ini sebenarnya telah menjadi tehnik dan ciri khas dari sebuah instrumen gamelan Jawa

2. Hapetan atau Hasapi

alat musik tradisional yang dipetik hapetan
Gambar alat musik tradisional yang dipetik hapetan

Hapetan sudah cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia yang namanya juga sudah sudah tercatat pada KBBI, Hapetan adalah alat musik tradisional yang sejenis kecapi dari  Tapanuli, memiliki dawai dan dimainkan dengan sebuah bilah petik[src].

Hapetan jenis alat musik tradisional yang dipetik, cara memainkannya mirip dengan sejenis gitar tradisional yang berdawai 2 dari daerah Tapanuli. Di sebuah daerah bernama Sumbawa, alat musik ini disebut Jungga.

3. Gambus

alat musik tradisional yang dipetik gambus
Gambar alat musik tradisional yang dipetik gambus

Tadinya saya beranggapan bahwa Gambus merupakan nama lain dari Gendang yang ada di Riau, namun ternyata Gambus merupakan alat musik tradisional yang dipetik dan dapat kita temukan di Riau. Dulunya, Gambus dimanfaatkan di beberapa acara yang berhubungan dengan hal gaib atau sesuatu yang berhubungan dengan spiritual.

Saat ini Gambus beralih fungsi menjadi alat musik tradisional petik pengiring Zapin pada tiap-tiap acara karena seiring berjalannya waktu, alat musik ini-pun ikut beralih fungsi. Gambus Melayu Riau sering juga ditemukan sedang dimainkan nelayan diatas perahu yang sedang mencari ikan sebagai hiburan.

4. Tutuba

alat musik tradisional yang dipetik tutuba
Gambar alat musik tradisional yang dipetik tutuba

Tutuba adalah alat musik tradisional yang dipetik pada bagian dawainya dan berasal dari Sulawesi Tengah . Alat musik tradisional yang terbuat dari bambu ini adalah alat musik khas suku To Wana (Sebutan untuk penduduk asli di daerah Wan Bulang, Sualwesi Tengah)

5. Popondi / Talindo

alat musik tradisional yang dipetik popondi
Gambar alat musik tradisional yang dipetik popondi

Alat musik tradisional petik Talindo terbuat dari 3 buah benda yang cukup untuk dicari, yaitu: kayu, tempurung kelapa dan senar. Senar ini juga tentunya digunakan sebagai bagian yang dipetik, tempurung kelapa tersebut akan berfungsi sebagai resonator serta kayu akan menjadi badan untuk alat musik tradisional ini. Popondi biasanya digunakan ketika pesta panen masyarakat Sulawesi.

6. Idiokordo 

alat musik tradisional yang dipetik idiokordo
Gambar alat musik tradisional yang dipetik idiokordo

Alat musik tradisional yg dipetik ini cukup terkenal di daerah Nias Utara[src], Idiokordo juga dikenal dengan nama “Tatabuhan”, sebuah alat musik tradisional petik yang memiliki 3 dawai. Sekilas Idiokordo ini mirip dengan alat musik tradisional Siter dari Jawa.

Idiokordo terbuat dari kayu sebagai bagian utamanya laludiukir dan dibentuk sedemikian rupa untuk menambah kesan “Nias” pada alat musik tradisional tersebut. Idiokordo biasanya hanya dimainkan saat acara-acara adat setempat atau sekedar hiburan pribadi semata.

7. Hawaiian

alat musik tradisional yang dipetik hawaiian
Gambar alat musik tradisional yang dipetik hawaiian

Alat musik tradisional Hawaiian ini mirip dengan gitar, namun ternyata berbeda. Hawaiian tidak sepenuhnya sebagai alat musik tradisional sejak dalam memainkannya kita memerlukan listrik agar bisa difungsikan. Hawaiian memiliki 8 buah dawai dan harus di stem (setting) dulu sebelum dimainkan agar suaranya tidak sumbang.

Untuk dapat menghasilkan suara yang indah, dawai yang dimainkan harus ditekan dengan alat khusus yang terbuat dari lempeng besi atau plastik sebesar ibu jari tangan, Suara yang dikhasilkan Hawaiian sangat khas, seperti gitar listrik yang sedang dipetik lalu senarnya digoyang-goyang dan hasilnya pun seperti bergelombang.

8. Leko Boko / Juk / Bijol 

alat musik tradisional yang dipetik leko boko
Gambar alat musik tradisional yang dipetik leko boko

Leko Boko merupakan alat musik tradisional petik yang pada bagian wadah resonansinya terbuat dari labu hutan asli, Sebagai perentang dawainya digunakanlah kayu, jumlah dawai yang digunakan pada umumnya 4 dawai saja. Fungsi dari alat musik tradisional ini adalah untuk hiburan pribadi atau acara adat.

Di daerah tertentu seperti NTT , Bijol selalu dipasangkan berduet dengan Heo (alat musik tradisional gesek dari NTT) untuk menambah kesan musik yang dihasilkan. Di Maluku Utara alat musik tradisional ini digunakan pada pertunjukan seni musik bambu hitada juga.

9. Sapek

alat musik tradisional yang dipetik sapek
Gambar alat musik tradisional yang dipetik sapek

Sapek / Sape dikenal pula dengan sebutan “Gitar Dayak” atau “Gitar Kalimantan” karena bentuk dan cara memainkannya sama dengan Gitar. Alat musik tradisional ini diyakini dimiliki oleh suku Dayak kayaan dengan bentuk badan yang lebar serta tangkai bagian atasnya kecil untuk pegangan.

Panjang dari Sapek sekitar 1 meter, untuk memainkannya ukuran tangan orang dewasa-pun terkadang akan sulit memegang pegangannya. Sape yang memiliki 2 senar juga memiliki 4 tangga nada.

Pembuatan Sape

Dalam pembuatan alat musik tradisional petik Sape, kayu adalah bahan utama yang harus anda perhatikan, jenis kayu yang digunakan adalah kayu Pelakik atau sejenis kayu keras lainnya seperti kayu Nangka, semakin keras kayunya akan semangit banyak urat kayunya dan semakin baik pula suara yang akan dihasilkan.

Bagian permukaan kayu tersebut diratakan lalu bagian lainnya di lubangi namun jangan sampai tembus ke sisi sebelahnya. Pastikan juga tingkat ketebalan tepi dan permukaan harus sama agar getaran yang dihasilkan merata serta suaranya tidak sumbang. Setelah itu anda bisa mencobanya dengan cara di petik pada senarnya

10. Kurating / Balikan

alat musik tradisional yang dipetik kurating
Gambar alat musik tradisional yang dipetik kurating

Kurating merupakan alat musik tradisional yang dipetik dari Kalimantan Barat. Alat musik tradisional petik memang mirip dengan alat musik suku Dayak Sape/Sapek. Balikan dibuat oleh suku Dayak yang bermukim di daerah Kapuas Hulu[src].

11. Panting

alat musik tradisional yang dipetik panting
Gambar alat musik tradisional yang dipetik panting

Panting adalah sebutan untuk alat musik tradisional yang dipetik dan diyakini berasal dari suku Banjar, Kalimantan Selatan. Selain sebagai alat musik, Panting juga sebutan untuk nama kesenian yang berasal dari KalSel yang kebanyakan anggotanya memainkan alat musik Panting (seperti marawis).

Panting berbentuk seperti Gambus (alat musik dari timur tengah), Panting juga memiliki senar, sehingga cara memainkannya sama dengan gitar itu. Namun jika dibandingkan dengan Gambus, Panting berukuran lebih kecil.

Penggunaan Panting

Panting dapat dikategorikan jenis alat musik ansambel campuran, dan umumnya dijadikan sebuah pertunjukkan musik untuk mengiringi tarian adat lokal. Alat musik tradisional petik ini biasanya digunakan untuk “Seni Musik Panting”. Akan ada 3 buah atau lebih, dan dilengkapi dengan alat musik pengiring lainnya.

Panting biasanya juga sebagai hiburan semata karena lirik/syair yang dibawakan memiliki manfaat dan dapat menghibur orang lain. Panting juga bisa digunakan untuk mengisi acara terentu seperti, perkawinan, sebagai sarana pendidikan, dan juga nilai-nilai agama tak luput saat berlangsungnya permainan.

Tak jarang, penggunaan alat musik tradisional petik Banting juga bertujuan untuk meningkatkan tali persaudaraan antar penduduk dalam satu wilayah.

12. Sasando NTT

alat musik tradisional yang dipetik sasando
Gambar alat musik tradisional yang dipetik sasando

Hampir setiap remaja mengenali nama “Sasando”. Sasando dimainkan dengan cara dipetik. Sasando berasal dari kata “Sasandu” yang artinya “alat yang bergetar” atau “berbunyi“. Suara alat musik Sasando mirip dengan alat musik berdawai lainnya seperti gitar, biola, dan lainnya.

Fungsi Musik Sasando

Sasando dalam masyarakat digunakan sebagai alat musik pengiring tari-tarian, hiburan keluarga yang berduka atau pelengkap dalam sebuah pesta, dan juga bisa anda gunakan untuk hiburan pribadi.

Dari cara memainkannya, alat musik ini memiliki berbagai macam caranya, sebagai contoh: Batumatia, Ofalangga, Lendo Ndao, Rongggeng, dsb.

Cara Memainkan Sasando

Jumlah dawai yang ada pada Sasando diatonis bermacam-macam, ada yang 24 dawai, 28, 30 hingga 34 dawai yang akhirnya muncullah Sasando listrik pada 1960 oleh bapak edu Pah, seorang ahli Sasando dari NTT

13. Knobe Khabetas NTT

alat musik tradisional yang dipetik knobe khabetas
Gambar alat musik tradisional yang dipetik knobe khabetas

Masyarakat yang tinggal di Dawa, Nusa Tenggara Timur meyakini alat musik tradisional Knobe ini sudah ada sejak nenek moyang mereka tinggal di gua-gua. Bentuk alat musik ini cukup unik karena menyerupai busur panah. Biasanya masyarakat menggunakan Knobe pada saat berkebun atau saat mengawasi hewan ternak.

Cara memainkannya tidak mudah, anda harus menempelkan salah satu bagian busur di antara bibir lalu menupunya dengan mulut dan pada saat yang bersamaan petik tali busur tesebut dengan jari. Penggunaan alat musik ini sangat membantu untuk mengusir bosan.

Selain digunakan sebagai hiburan, masyarakat juga menggunakan Knobe saat upacara adat. Salah satu upacara adat yang menggunakan Knobe adalah Napoitan Li’ana (bayi yang baru dilahirkan tidak diperbolehkan keluar rumah sebelum 40 hari)

14. Dimba Nggowuna / Nggowuna

alat musik tradisional yang dipetik dimba nggowuna
Gambar alat musik tradisional yang dipetik dimba nggowuna

Dimba Nggowuna adalah alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipetik dan terbuat dari bambu serta rotan. Dulunya Nggowuna dimainkan oleh kaum wanita saja disaat mereka bekerja menenun kain, tujuannya tak lain hanya untuk hiburan semata.

Alat musik tradisional petik ini diyakini sudah ada sejak lama, ukuran dari Dimbba NGgowuna yang berkisar 40 – 45 cm Dimba Nggowana merupakan salah satu perwujudan dari kesenian musik leluhur kita yang dapat kita lihat dan dengar tiap petikannya

15. Japen 

alat musik tradisional yang dipetik dimba nggowuna
Gambar alat musik tradisional yang dipetik dimba nggowuna

Japen merupakan alat musik tradisional yang dipetik dari Kalimantan Tengah dan cukup populer dalam keseharian masyarakat. Japen memiliki dawai dan bentuk seperti gitar dengan hiasan badan yang sedemikian rupa yang menandakan seperti “ini dari Kalimantan Tengah”.

Selain bentuknya yang mirip Gitar, alat musik tradisional petik Japen memiliki nada yang unik, ketika kita mendengarkan Japen seperti nada-nada pada yang dihasilkan dari alat musik kecapi. Irama yang dihasilkan dari tiap petikan Japen sangat cocok dengan kebudayaan Tionghoa-Melayu.

16. Guoto

alat musik tradisional yang dipetik guoto
Gambar alat musik tradisional yang dipetik guoto

Alat musik tradisionalGuoto adalah alat musik tradisional yang dipetik dan berasal dari Papua BaratPermainan Guoto tentunya menjadi daya tarik terendiri bagi tamu asing yang datang karena sangat jarang untuk bisa menyaksikan Guoto secara langsung. Guoto ini terbuat dari kayu dan senar, serta kulit binatang lembu.

17. Jentreng

alat musik tradisional yang dipetik jentreng
Gambar alat musik tradisional yang dipetik jentreng

Jentreng adalah alat musik tradisional yang dipetik mirip dengan kecapi dengan dawai sebanyak 7 buah, ukuran dari Jentreng lebih kecil dibandingkan kacapi. Jentreng terbuat dari kayu (kenanga) atau kayu nangka, menurut disparbud provinsi Jawa barat ada 2 macam cara mensetting nada yang dimainkan di alat musik jentreng, yaitu:

Laras Pelog

Dawai 1 bernada 5 (la atau singgul)
Dawai 2 bernada 1 (da atau barang)
Dawai 3 bernada 2 (mi atau loloran)
Dawai 4 bernada 3 (na atau panelu)
Dawai 5 bernada 4 (ti atau galimer)
Dawai 6 bernada 5 rendah (oktav la)
Dawai 7 bernada 1 rendah (oktav da)

Laras Salendro

Dawai 1 bernada 4 (ti atau galimer)
Dawai 2 bernada 1 (da atau barang)
Dawai 3 bernada 2 (mi atau loloran)
Dawai 4 bernada 3 (na atau panelu)
Dawai 5 bernada 4 (ti atau galimer)
Dawai 6 bernada 5 rendah (oktav la)
Dawai 7 bernada 1 rendah (oktav da)

Untuk memainkan jentreng anda cukup memetik dengan jari kiri-kanan. Telunjuk, jari tengah, ibu jari dari tangan kanan untuk memetik nada yang tinggi, telunjuk tangan kiri untuk menyentuh nada yang rendah.

Jika jentreng di-stem laras Pelog, urutan nadanya menjadi nada 5 sampai 1 rendah
Jika jentreng di-stem laras salendro, urutan nadanya menjadi nada 4 sampai 1 juga.

Alat musik tradisional yang dipetik ini lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama tarawangsa, meskipun keberadaannya sulit kita temui, Alat musik tradisional yang dipetik ini mampu menarik banyak orang ketika dimainkan.

18. Celempung

alat musik tradisional yang dipetik celempung
Gambar alat musik tradisional yang dipetik celempung

Celempung adalah salah satu alat musik tradisional yang dipetik,  Celempung yang sering kita temui memiliki 13 senar, terbentang di antara kotak resonator. Alat musik tradisional petik ini juga biasanya digunakan pada pentas gamelan.

Ciri khas dari Celempung adalah salah satu senarnya disetel dengan nada prelog dan senar lainnya bernada slendro jenis nada seperti inilah yang sering kita jumpai dalam seni musik rupa di daerah Bali. Instrumen Gamelan Siteran yang menggunakan celempung dan siter sebagai ciri khasnya.


Demikian informasi tentang alat musik tradisional yang dipetik dari saya, semoga dapat membantu teman-teman dalam mencari referensi terkait. Kedepannya marilah bersama kita semakin meningkatkan rasa cinta dan keingintahuan kita terhadap budaya Nusantara!. Terimakasih.

Yang kamu cari :