Cara Memainkan Alat Musik Calung

Cara memainkan alat musik calung – Alat musik yang telah dikenal cukup lama dan berkembang di daerah Banyumas dan Sunda ini merupakan alat musik purwarupa yang termasuk dalam kategori jenis idiofon. Berbeda dengan temannya yaitu angklung, yang dimainkan dengan cara digoyangkan.

Calung memang merupakan seni pertunjukkan, namun seni pertunjukkan ini memang menggunakan calung sebagai alat musik pokoknya, namun apa perbedaan calung dan angklung? berikut ini penjelasannya.

Cara Memainkan Alat Musik Calung

Cara memainkan alat musik calung
Gambar Calung

Cara memainkan alat musik calung adalah dengan memukul bagian tertentu, yaitu pada bilah atau ruas (bambu) yang sudah tersusun sesuai dengan tangga nada (laras) pentatonik. Biasanya untuk Sunda dan Banyumas berbeda, seperti

  • da-mi-na-ti-la untuk Calung Sunda
  • ji-ro-lu-ma-nem untuk Calung Banyumas

Namun, perbedaan ini bukanlah hal yang harus diperdebatkan karena hanya pemanggilan dari asal daerah masing-masing. Cara memainkan alat musik calung dengan cara seperti ini hanyalah teknik dasar yang harus kita kuasai sebelum mengenal lebih dalam alat musik tersebut.

Cara Membuat Calung

Bahan dasar untuk membuat alat musik ini adalah bambu, tetapi bambu yang digunakan tidaklah asal pilih dan buat. Jenis bambu yang digunakan untuk bahan dasarnya kebanyakan dari jenis bambu hitam atau awi wulung, tak jarang juga pengrajin menggunakan bambu ater atau bambu yang berwarna hijau yang dikenal dengan awi temen.

Fungsi Calung

Musik calung mungkin terdengar biasa bagi warga sekitar, Selain digunakan sebagai sekedar alat musik hiburan dalam sebuah seni pertunjukan, Kemudian, jenis jenis calung yang hingga saat ini masih dikenal masyarakat, yaitu:

  • Calung Rantay
  • Calung Jinjing

Teknik dan cara memainkan calung juga berbeda tiap jenisnya. Begitulah informasi yang dapat dihimpun dari sumbernya, bisa jadi penyebutan namanya memang merupakan sejarah calung dalam bahasa Sunda atau Banyumas.

Jenis Jenis Calung

Seperti yang sudah sedikit disindir di atas, ada 2 macam jenis calung yang masih akrab di telinga masyarakat, berikut ini merupakan sedikit penjelasan dan tentunya dengan gambar calung demi mempermudah teman-teman membedakannya

Calung Rantay

Secara kasat mata, kita dapat mengenali calung jenis ini dari bilah tabungnya yang dililit menggunakan tali kulit waru yang terbentang dari ukuran besar hingga kecil dan berjumlah 7 wilahan / 7 ruas bambu. Jenis komposisinya juga ada yang hanya 1 deretan saja, ada yang 2 deretan (Calung indung dan Calung rincik)

Cara memainkan alat musik calung rantay
Gambar calung rantay

Cara memainkan calung rantay adalah dengan cara dipukul menggunakan kedua tangan sembari duduk bersilah, atau dalam beberapa kesempatan kita dapat menjumpai alat musik ini diikatkan di pohon atau bilik rumah dan dipukul. Ada juga yang membuatkan tempat dudukan calung yang terbuat dari kayu / bambu.

Calung Jinjing

Cara memainkan alat musik calung jinjing
Gambar calung jinjing

Calung jinjing berwujud deretan bambu yang bernada dan disatukan dengan bilah bambu kecil atau paniir. Calung ini terdiri atas 4 hingga 5 buah calung. Adapun penyusunannya, seperti

  1. Calung kingking – 12 tabung bambu
  2. Calung panepas – 5/3 dan 2 tabung bambu
  3. Calung jongrong – 5/3 dan 2 tabung bambu
  4. Calung gonggong – 2 tabung bambu

Adapaun teknik memukul calung yang mungkin bisa kita pelajari, antara lain:

  1. Dimelodi
  2. Dikeleter
  3. Dikemprang
  4. Diraeh
  5. Dirincik
  6. Dikempyung
  7. Dirangkep
  8. Salancar
  9. Kotrek
  10. Solorok

Kelengkapan dari calung ini seiring perkembangannya, ada yang hanya menggunakan calung kingking 1 buah, panepas 2 buah dan gonggong 1 buah tanpa perlu menggunakan calung jongrong. Cara memainkan alat musik calung ini sama saja yaitu dengan cara dipukul, perbedannya hanya terletak pada teknik dan cara memegang calung tersebut.

Sejarah Calung

Alat musik tradisional Jawa Barat Calung merupakan alat musik tradisional yang cukup terkenal di daerah Jawa Barat. Alat musik calung terbuat dari bahan dasar bambu (bambu hitam atau bambu lainnya yang memang bisa dijadikan bahan dasar). Jika dinamai dengan bahasa daerah, bambu ini dikenal dengan nama awi wulung, bambu inilah yang memang banyak tumbuh terutama di tanah pasundan khususnya Jawa Barat.

Sejarah calung
Ilustrasi sejarah calung

Siapa penemu calung juga kami sendiri belum mendapat info yang akurat dan dapat dipercaya. Calung pada awalnya merupakan sebuah prototipe atau sebuah rancangan dari angklung. Masyarakat Jawa Barat ingin menciptakan sebuah alat musik yang mampu menghasilkan tangga nada yang harmonis. Dari 1 buah Calung saja bisa menghasilkan lebih dari 5 nada.

Alat musik tradisional calung ini memang sudah dari awal dimainkan dengan cara ditabuh/dipukul pada bagian batang yang terdiri dari ruas-ruas yang disusun secara rapih berurutan, sesuai dengan tangga nada pentatoniknya. Calung berkembang sangat cepat dan akhirnya bisa kita dengar hingga sekarang.

Permainan musik calung yang indah, dpaat dipadukan dengan beberapa alat musik lainnya seperti kosrek, kacapi, biola bahkan dengan keyboard dan gitar. Adapaun beberapa nama yang terkenal dalam masanya adalah Adang Cengos dan Hendarso, beliau-beliau inilah yang ikut membantu melestarikan kebudayaan kita.

Disinilah akhir dari artikel cara memainkan alat musik Calung. Semoga dapat menambah wawasan saya pribadi dan teman-teman pembaca sekalian, marilah bersama kita ikut melestarikan budaya bangsa agar tetap abadi menjadi milik Indonesia, terimakasih.