Cara Memainkan Alat Musik Saron

Bagaimana cara memainkan alat musik Saron? Saron merupakan salah satu alat musik tradisional Indonesia yang dikenal di beberapa wilayah terutama pulau Jawa. Saron dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pukul yang khusus.

Saron, dikenal juga sebagai alat musik tradisional Jawa Tengah dikarenakan sering muncul penampilan gamelan, selain itu alat musik ini juga masih termasuk dalam keluarga balungan. Ada beberapa golongan masyarakat yang mengenalnya dengan nama Ricik.

Dalam sebuah set gamelan biasanya ada 2 hingga 4 buah saron tergantung dari kebutuhan penampilan dan agar ralasnya seimbang (laras pelog dan slendro). Saron menghasilkan suara yang lebih tinggi dibanding demung, meskipun ukurannya lebih kecil.

Alat musik Saron

Dalam permainannya, Saron biasanya digunakan untuk mengiringi lagu, untuk dapat menyaksikan permainan Saron langsung kita bisa menghadiri tiap-tiap acara adat daerah yang masih menggunakan gamelan dalam acaranya.

cara memainkan alat musik saron
Gambar alat musik Saron

Saron berwujud seperti kotak yang di atasnya terdapat beberapa wilahan yang terbuat dari logam besi atau kuningan. Wilahan ini disusun rapi berbaris sehingga pemainnya tidak kesulitan saat memukulnya.

Baca juga: cara memainkan rebab

Alat pemukulnya juga tidak sembarangan, untuk mencegah wilahannya rusak dan menjaga keawetan-nya dibuatlah alat pukul dari kayu yang dilapisi dengan kain.

Cara memainkan alat musik Saron

Dalam mempelajari teknik dan cara memainkan alat musik Saron, awalnya kita memerlukan sebuah tabuhan kayu yang bentuknya menyerupai palu. Benda ini diperlukan sebagai alat untuk memukul Saron agar dapat menghasilkan suara.

Baca juga: cara memainkan siter

Teknik memukul Saron juga bermacam-macam, jika kalian mengamati dengan seksama, ada jenis tabuhan yang menyesuaikan dengan nada aslinya, nada imbal atau-pun menabuh secara bergantian antar saron 1 dengan saron lainnya, begitulah cara memainkan alat musik saron.

Selain itu, dalam permainannya, saron dikomandoi oleh pemain gendang dan gendhingnya. Komando ini biasanya untuk mengatur cepat atau lambatnya tempo permainan dan memukul saron, contoh:

  • Pada Gendhing Gangsaran yang permainannya menggambarkan peperangan, permainan saron ini biasanya keras dan cepat.
  • Pada Gendhing Gati yang permainannya bernuansa ke-militeran. Saron atau ricik ini dimainkan dengan lambat namun keras dan tegas.

Selain di Jawa, alat musik tradisional yang dipukul ini juga tak jarang kita bisa menemukan Saron di Bali.

Teknik dan cara memainkan alat musik saron yang paling umum digunakan adalah dengan memainkan saron menggunakan tangan kanan untuk memukul dan tangan kiri untuk memencet wilahannya sehingga dengungan yang tersisa dari pukulan itu menghilang.