Cara Memainkan Alat Musik Sasando

Cara memainkan alat musik Sasando adalah dengan dipetik, bagian yang dipetik adalah dawainya yang direntangkan di tabung. Suara yang dihasilkan hampir mirip dengan gitar, bedanya senar / dawai yang digunakan lebih banyak.

Sasando merupakan alat musik tradisional NTT atau Nusa Tenggara Timur. Jika kita perhatikan, nama Sasando hampir sama dengan bahasa Rote “Sasandu” yang artinya berbunyi atau bergetar. Sasando pernah ada pada uang Rp. 5000 dulu.

Menjadi salah satu alat musik yang mampu berkembang mengikuti zaman merupakan ciri khas dari Sasando, Sasando tradisional awalnya hanya berdawai 10 buah dan terus mengikuti perkembangan hingga mencapai 48 buah.

Alat musik Sasando

Mungkin banyak dari kita yang sudah mengenal bentuk, suara, hingga penggunaan dari alat musik tradisional yang dipetik ini, namun sepertinya hanya sedikit dari kita yang mengetahui sejarah penemuan alat musik ini.

Menurut situs Kumparan, Sasando pada awalnya tercipta pada abad ke-17 di Pulau Rote ketika 2 orang penggembala domba menyadari ada suara yang dihasilkan dari penggunaan wadah yang mereka gunakan untuk menimba air.

cara memainkan sasando
Gambar alat musik tradisional Sasando

Pada awalnya, senar yang ada pada senar Sasando juga terbuat dari lidi daun lontar, sekarang mungkin kita bisa melihatnya menggunakan senar yang biasa dipakai pada Biola sejak kedatangan Portugis yang membawa alat musik gesek tersebut.

Baca juga: cara memainkan gitar

Jumlah senar yang ada pada Sasando juga variatif, awalnya berjumlah 7 – 10 senar lalu berkembang jadi 24 – 28 senar dan bertambah lagi menjadi 32 – 48 senar. Tentunya bagi kita yang tidak mengerti hal ini kelihatan sulit

Cara memainkan alat musik Sasando

Sasando adalah salah satu alat musik tradisional yang dipetik, tiap petikannya menghasilkan suara yang berbagai macam. Senar yang berjumlah hingga 48 senar ini direntangkan dari ujung tabung ke ujung lainnya.

Jika dilihat dari cara memainkannya, Sasando termasuk alat musik yang sangat sulit untuk dipelajari namun bukan berarti tidak bisa. Secara sekilas, permainan Sasando mirip dengan cara memainkan alat musik harpa.

cara memainkan alat musik sasando
Sasando alat musik tradisional NTT

Sasando memilih bentuk yang panjang dan bahan pembuatannya menggunakan Bambu dan daun lontar. Pada bagian tengah melingkar ganjalan untuk meletakkan senar, ganjalan inilah yang membuat suara Sasando unik.

Pemain diharuskan menggunakan kedua tangannya agar dapat memainkan Sasando dengan benar. Dikarenakan suaranya yang tidak terlalu besar, terkadang Sasando dibantu dengan microphone tiap penampilannya

Pembuatan & Penggunaan Sasando

Sasando memiliki tabung yang menjadi bagian utama, tabung ini terbuat dari bambu utuh dengan diameter besar. Di bagian tengahnya terdapat deretan penyangga yang dikenal dengan sebutan senda.

Senda semacam tonjolan kecil yang menyangga senar dan mengelilingi tubuh Sasando secara sprial dari bawah ke atas. Dikarenakan penempatannya yang berbeda maka suara yang dihasilkan tiap petikannya juga berbeda.

cara memainkan alat musik tradisional sasando
Gambar alat musik Sasando NTT

Alat musik tradisional yang dipetik ini memiliki suara yang bervariasi dan mampu mengiringi jenis musik dari tradisional, pop dan genre lainnya. Di daerah asalnya, Sasando lebih sering digunakan untuk mengiringi tarian daerah dan acara lainnya.

Baca juga: cara memainkan sampe

Pada era modern seperti sekarang, Cara memainkan alat musik Sasando mungkin sudah berkembang dan sudah digunakan pada acara-acara besar dan mungkin sudah tampil di acara televisi

Bahkan, jika kita berkunjung ke beberapa tempat di sana sudah terdapat Sasando elektrik yang terbuat dari bahan yang lebih kuat dengan tujuan untuk tetap melestarikan alat musik tradisional yang ditakutkan punah dan diharapkan dapat berkembang lebih lagi